" />

Archive for July 14th, 2010

JAKARTA, KOMPAS.com – 10 Agustus 1995 adalah hari bersejarah bagi kebangkitan teknologi Indonesia karena di hari itu putra-putri Indonesia berhasil menerbangkan pesawat buatan bangsa N-250 Gatotkaca. Tak heran tanggal 10 Agustus diperingati sebagai Hari Kebangkitan Teknologi Nasional karena di hari itu bangsa Indonesia menunjukkan keberhasilannya pada dunia.

“10 Agustus 1995 adalah saat di mana dunia menyaksikan keberhasilan bangsa Indonesia menerbangkan secara perdana pesawat yang dirancang, direka, diciptakan, dan diproduksi sendiri oleh putra-putri bangsa Indonesia,” ucap Suharna Surapranata, Menteri Riset dan Teknologi Indonesia dalam peresmian rangkaian kegiatan peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (HAKTEKNAS) ke-15 di Gedung BPPT, Rabu (14/7/2010).

Dikatakannya, keberhasilan memanfaatkan, mengembangkan, dan menguasai teknologi pesawat tersebut adalah lompatan pemanfaatan iptek yang sangat berarti bagi bangsa Indonesia. Kemajuan inilah yang mendorong berbagai kalangan menyuarakan keinginan mereka untuk menjadikan tanggal 10 Agustus sebagai Hari Kebangkitan Teknologi Nasional. “Hari itu sebuah sistem inovasi telah tercipta dalam proses produksi pesawat terbang di Indonesia,” lanjutnya.

Waktu itu, dalam rangka memperingati 50 tahun kemerdekaan Indonesia PT. Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN), sekarang PT. Dirgantara Indonesia, melaksanakan uji terbang pesawat Gatotkaca N-250 pada 10 Agustus 1995. Keberhasilan uji coba itu menjadi tonggak sejarah yang diingat dunia penerbangan Indonesia.

“N-250 produksi tahun 1995 adalah pesawat pertama yang diproduksi oleh bangsa Indonesia. Sebelumnya ada CN-235, tapi merupakan hasil kerja sama dengan Spanyol,” tutur Ninok Leksono, pengamat teknologi sekaligus wartawan senior yang menjadi moderator acara peringatan HAKTEKNAS..

Dijelaskannya, angka 2 pada N-250 itu menunjukkan dua mesin yang dipakai pesawat sedangkan angka 50 menunjukkan banyaknya penumpang yang bisa diangkut yakni lima puluh orang. “Rencana Gatotkaca dibuat juga untuk kepentingan bisnis, tapi karena pada tahun itu terjadi krisis, jadi tidak jadi,” papar Ninok.

kompas.com(14 Juli 2010)

Washington (ANTARA News) – Pemerintah Amerika Serikat pada Senin, mengeluarkan moratorium baru pengeboran bawah laut sampai dengan 30 November untuk memastikan perusahaan minyak menerapkan langkah-langkah keamanan menyusul bencana Teluk Meksiko.

“Lebih dari 80 hari tumpahan minyak BP, sebuah penghentian sementara pada pengeboran bawah laut adalah penting dan tepat untuk melindungi masyarakat, pantai, dan satwa liar dari risiko pengeboran bawah laut saat ini,” kata Menteri Dalam Negeri AS Ken Salazar dalam sebuah pernyataan, sebagaimana dikutip dari AFP.

“Saya mendasarkan keputusan saya pada bukti yang tumbuh setiap hari dari ketidakmampuan industri di laut untuk mencegah ledakan bencana, menanggapi tumpahan minyak, dan untuk beroperasi dengan aman.”

Langkah ini terjadi beberapa hari setelah pengadilan banding menolak permintaan darurat pemerintah untuk menunda putusan hakim federal untuk mempertahankan moritorium enam bulan sebelumnya.

Salazar sebelumnya memperingatkan dia akan mengeluarkan aturan baru untuk memblokir pengeboran di laut terlepas dari bagaimana pengadilan memutuskan, karena perusahaan minyak memutuskan untuk tidak melanjutkan pengeboran akibat ketidakpastian hukum.

Moratorium pertama dikenakan setelah ledakan mematikan 20 April dirig pengeboran yang disewa BP memicu bencana lingkungan terburuk dalam sejarah AS.

Langkah baru, kata Departemen Dalam Negeri, didukung oleh “suatu catatan ekstensif dari informasi yang ada dan baru menunjukkan bahwa izin baru pemboran di laut akan mulai menimbulakn sebuah ancaman serius, diperbaiki, atau langsung merugian atau merusak laut, pesisir, dan lingkungan manusia.”

antaranews.com(13 Juli 2010)