" />

Washington (ANTARA News) – Pemerintah Amerika Serikat pada Senin, mengeluarkan moratorium baru pengeboran bawah laut sampai dengan 30 November untuk memastikan perusahaan minyak menerapkan langkah-langkah keamanan menyusul bencana Teluk Meksiko.

“Lebih dari 80 hari tumpahan minyak BP, sebuah penghentian sementara pada pengeboran bawah laut adalah penting dan tepat untuk melindungi masyarakat, pantai, dan satwa liar dari risiko pengeboran bawah laut saat ini,” kata Menteri Dalam Negeri AS Ken Salazar dalam sebuah pernyataan, sebagaimana dikutip dari AFP.

“Saya mendasarkan keputusan saya pada bukti yang tumbuh setiap hari dari ketidakmampuan industri di laut untuk mencegah ledakan bencana, menanggapi tumpahan minyak, dan untuk beroperasi dengan aman.”

Langkah ini terjadi beberapa hari setelah pengadilan banding menolak permintaan darurat pemerintah untuk menunda putusan hakim federal untuk mempertahankan moritorium enam bulan sebelumnya.

Salazar sebelumnya memperingatkan dia akan mengeluarkan aturan baru untuk memblokir pengeboran di laut terlepas dari bagaimana pengadilan memutuskan, karena perusahaan minyak memutuskan untuk tidak melanjutkan pengeboran akibat ketidakpastian hukum.

Moratorium pertama dikenakan setelah ledakan mematikan 20 April dirig pengeboran yang disewa BP memicu bencana lingkungan terburuk dalam sejarah AS.

Langkah baru, kata Departemen Dalam Negeri, didukung oleh “suatu catatan ekstensif dari informasi yang ada dan baru menunjukkan bahwa izin baru pemboran di laut akan mulai menimbulakn sebuah ancaman serius, diperbaiki, atau langsung merugian atau merusak laut, pesisir, dan lingkungan manusia.”

antaranews.com(13 Juli 2010)

Comments are closed.